Minggu, 18 November 2012

Tugas Ushul Fiqh



IFTA’
Pengertian dan Ketentuan Ifta’

Ifta’ adalah usaha memberikan penjelasan tentang suatu hukum syara’ oleh ahlinya kepada orang yang belum mengetahuinya.
Secara etimologi kata iftâ’ (افـتـاء) terambil dari akar kata “أفـتى – يـفـتى – افـتـاء” yang berarti memberi penjelasan, memberi jawaban dan atau berarti memberi fatwa.iftâ’ itu pada intinya adalah usaha memberikan penjelasan tentang suatu hukum syara’ oleh ahlinya kepada orang yang belum mengetahuinya. Dari sini dapat dipahami bahwa yang dimaksud dengan iftâ’ ialah kegiatan menerangkan hukum syara’ (fatwa) sebagai jawaban atas pertanyaan yang diajukan.
Orang awam wajib bertanya tentang masalah-masalah keagamaan kepada ulama yang dipercayai kealiman dan keadilannya.[4]. Proses pemberian jawaban atas persoalan keagamaan itu disebut ifta’, jawaban yang diberikan oleh ulama itu disebut fatwa.
Pemberian fatwa (ifta) adalah salah suatu institusi yang amat tua dalam peradaban Islam[5]. Mohammad Atho Mudzhar mencatat bahwa ifta dilakukan sejak abad ke-7 dan ke-8 ketika mulai muncul beragam persoalan hukum baru yang memerlukan ijtihad seirirng dengan meluasnya daerah kekuasaan kaum Muslimin.
Sedangkan ciri-cirinya adalah sebagai berikut.
1.      ia adalah usaha memberikan penjelasan
2.      Penjelasan yang diberikan itu adalah tentang hokum syara’ yang diperoleh melalui hasil ijtihad.
3.      Orang yang memberikan penjelasan itu adalah orang yang ahli dalam bidang yang dijelaskan itu.
4.      Penjelasan itu diberikan kepada orang yang bertanya yang belum mengetahui hukumnya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar